Anak Agung Made Kosalya: Terulang Kembali Sejarah Kepimimpinan Desa Zaman Kerajaan Tahun 1849
Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih
Karangasem, VoB - Pengukuhan dan upacara ritual mejaya-jaya Kelian Desa Adat (KDA) Karangasem, Kelurahan Karangasem, masa bhakti 2025–2030 akan dilaksanakan pada Soma Kliwon Uye, Senin (2/2/2026). Upacara ini bertepatan dengan Purnama Sasih Kawulu, bertempat di Pura Puseh/Bale Agung Desa Adat Karangasem, Jalan Gajah Mada, Amlapura.
Tokoh Puri Karangasem, Anak Agung Made Kosalia, SH (57), yang merupakan cucu terakhir Raja Karangasem Ida Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem, akan dikukuhkan sebagai Kelian Desa Adat Karangasem bersama prajuru desa adat lainnya.
AA Made Kosalia, di sela-sela persiapan upacara di Jaba Pura Puseh/Bale Agung pada Sabtu (30/1/2026), menyampaikan bahwa Desa Adat Karangasem (DAK) dibangun oleh Ida Anak Agung Kalih, yakni A.A. Gede Putu dan A.A. Gede Oka pada tahun 1849, yang dikenal sebagai Sang Hamawa Bhumi. Setelah keduanya wafat, AA Bagus Jelantik diangkat sebagai Stadehouder II pada tahun 1908, sekaligus melanjutkan peran sebagai Sang Hamawa Bhumi.
Dengan pengukuhan AA Made Kosalia sebagai KDA Karangasem, sejarah kepemimpinan Desa Adat Karangasem pada era kerajaan tahun 1849 dinilai akan kembali terulang.
Upacara mejaya-jaya akan dipuput oleh dua orang Sulinggih Ciwa-Budha, yaitu:
Ida Pedanda Gede Putra Tamu dari Griya Jungutan, Banjar Lebah Sari, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem
Ida Pedanda Gede Swabawa Karang Adnyana dari Griya Karang, Banjar Tri Wangsa, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem
Ketua Panitia Ngadegang KDA Karangasem sekaligus Panitia Pengukuhan Kelian dan Prajuru DAK, I Gusti Ngurah Susila, menjelaskan bahwa pengukuhan akan dilakukan oleh Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Karangasem, I Komang Sujana.
Sebanyak 17 orang prajuru desa adat akan dikukuhkan, terdiri dari:
3 Petajuh
2 Penyarikan
3 Baga Parahyangan
3 Baga Pawongan
3 Baga Palemahan
Beberapa petajuh lama tetap menjabat, di antaranya:
Cokorda Alit Surya Prabawa (Petajuh Parahyangan)
I Wayan Supandi (Petajuh Palemahan)
I Komang Jawi (Petajuh Pawongan)
Sementara Penyarikan dijabat oleh I Ketut Jenek Aryanta dan I Wayan Sekerta.
Petengen dipegang oleh Ida Wayan Cakra Wedha Kusuma dan Anak Agung Made Karang.
Baga Parahyangan diisi oleh Jero Mangku Gede Wastika Sutadewa, Ida Bagus Nyoman Gopala Narayana, dan I Ketut Putra Sentana.
Baga Pawongan oleh I Komang Budiasna, I Made Putu Juniada, dan I Ketut Pasek Jaya Semara.
Baga Palemahan oleh I Made Arnawa, I Wayan Putu Ardana, dan I Wayan Putu Yasa.
Panitia memperkirakan sekitar 300 undangan akan hadir, meliputi unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, pimpinan instansi, Bendesa Adat se-Kabupaten Karangasem, perwakilan desa adat tetangga, serta tokoh masyarakat Karangasem.
Rangkaian acara akan diawali dengan upacara Mejaya-jaya, dilanjutkan dengan:
Pembacaan SK Pengukuhan MDA Provinsi Bali
Pengukuhan Bandesa dan Prajuru Desa Adat
Penandatanganan Fakta Integritas
Penyematan PIN Bendesa Adat
Penandatanganan Berita Acara
Penyerahan SK Pengukuhan kepada Prajuru Terpilih.
AA Made Kosalia nantinya akan menyampaikan visi, misi, program strategis lima tahun ke depan, serta sejarah kepemimpinan Desa Adat Karangasem sejak masa kerajaan.
AA Made Kosalia terpilih melalui musyawarah mufakat dari 35 banjar se-Desa Adat Karangasem, menggantikan IDG Ngurah Surya Y Anom (PAW), yang sebelumnya menggantikan I Wayan Bagiartha, SH, MH, yang mengundurkan diri pada September 2024 karena alasan kesehatan.
I Gusti Ngurah Susila menegaskan bahwa proses ngadegang telah sesuai Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, serta awig-awig dan perarem desa adat. Ia berharap momentum ini menjadi sarana untuk memperkuat persatuan, gotong royong, dan pelestarian dresta demi kemajuan Desa Adat Karangasem ke depan.
(Ami)
Posting Komentar