Anak Agung Made Kosalya, Kelian Desa Adat Karangasem
Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih
Karangasem, VoB – Desa Adat Karangasem menggelar peringatan Bulan Bahasa Bali pada 17 Februari 2026 di Puri Agung Karangasem. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kelihan Adat Desa Adat Karangasem, Anak Agung Made Kosalya, sebagai bentuk komitmen melestarikan adat, budaya, dan aksara Bali sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali.
Beragam lomba digelar dalam kegiatan tersebut. Untuk tingkat anak-anak, lomba menulis aksara Bali diikuti oleh siswa SD dari seluruh desa adat di Karangasem. Selain itu, lomba mesatua Bali diikuti oleh para serati Desa Adat Karangasem. Tidak hanya itu, suasana semakin semarak dengan lomba karaoke pop Bali yang melibatkan para penglingsir banjar, utusan krama banjar, serta pecalang Desa Adat Karangasem.
Kelihan Adat Desa Adat Karangasem, Anak Agung Made Kosalya, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari upaya mempererat kebersamaan krama desa adat, khususnya di awal masa kepemimpinannya.
“Kami ingin menjadikan Bulan Bahasa ini sebagai gebyar kebersamaan di awal kepemimpinan kelian desa adat yang baru. Harapannya, ikatan krama Desa Adat Karangasem semakin erat dan intens ke depannya,” ujar Anak Agung Made Kosalya.
Ia juga menambahkan bahwa dipilihnya Puri Agung Karangasem sebagai lokasi kegiatan memiliki makna historis dan kultural yang kuat.
“Desa adat dan puri memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan. Puri yang membangun dan menjadi pusat sastra serta budaya di Karangasem. Jadi sangat tepat jika peringatan Bulan Bahasa yang bertujuan melestarikan tradisi dan adat budaya dilaksanakan di Puri Agung Karangasem,” tegasnya.
Untuk memotivasi peserta, panitia menyiapkan berbagai hadiah. Juara I lomba karaoke pop Bali mendapatkan hadiah Rp1.000.000, Juara II Rp800.000, dan Juara III Rp600.000. Selain itu, panitia juga menyediakan hadiah Harapan I, II, dan III dengan nominal ratusan ribu rupiah.
Seluruh peserta yang terdaftar juga menerima bingkisan sebagai bentuk apresiasi. Siswa SD mendapatkan paket buku dan alat tulis, para serati menerima kain, serta peserta lomba karaoke turut disiapkan hadiah pendukung lainnya.
Anak Agung Made Kosalya menekankan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari sinergitas antara desa adat, puri, dan pemerintah.
“Kami selalu mengedepankan sinergi antara desa adat, puri, dan pemerintah. Pelestarian bahasa dan budaya Bali tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus bersama,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Desa Adat Karangasem berharap Bulan Bahasa Bali tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang hidup bagi bahasa, aksara, dan sastra Bali untuk terus diwariskan kepada generasi penerus. (Ami)
Posting Komentar